Arya:
Hembusan angin turut mengantarkanku pada sebuah pencapaian. Langit seolah membuka jalan untuk ku tembus dengan kapal terbang yang akan segera bisa ku kendalikan sendiri. Beradu bersama asa, mencapai sebuah kesuksesan.
Aku meninggalkan kota ini atas nama sebuah cita-cita. Dengan berusaha menitipkan cintaku pada sebuah kepercayaan akan janji...
Jumat, 29 Maret 2013
Minggu, 17 Maret 2013
Yang Merindu

Aku melirik ponselku beberapa kali. Masih menunggu dan berharap bahwa dia akan benar-benar menghubungiku duluan. Berkali-kali logikaku mengingat sebuah petikan kata “Jika dia ingin bicara denganmu, maka Ia akan menghubungimu. Tak akan sulit baginya untuk mengambil ponsel dan menghubungimu”. Dan kata-kata itu berhasil menjadi jargonku.
Sudah berjam-jam menunggu. Aku lelah. Hampir...
Rabu, 13 Maret 2013
Spesial: Langit Jingga
Kepada biru yang selalu merona di langit..
Kepada Surya yang menjelang ke peraduan..
Jingga ingin mewarnai langit,
Bersama hingga sore menghilang.
Entah mengapa akhir-akhir ini saya begitu tertarik dengan langit jingga.
Ah, langit sore mungkin awamnya. Tapi saya lebih senang menyebutnya
langit jingga:)
...
Minggu, 10 Maret 2013
Minggu Kelabu (?)

Ketika hujan membasahi hati yang kering
Menelusup perlahan dan menyiksa
Tak diharapkan, tapi dinikmati
Sesak, tapi begitu manis jika dilewatkan
Kau sedikit mirip dengan hari ini
Memeluk tanpa menyisakan cahaya
Menaungi dengan keterikatan
...
Selasa, 05 Maret 2013
Jingga Langit Tenggara

Jingga langit Tenggara
Setelah lama tertutup awan
Engkau muncul kembali
Setelah langit selalu biru
Menghadirkan senyum
Merangkai kata
Menghadirkan kembali "mungkinkah"
Membentuk sebuah impian baru
Jingga langit Tenggara
Setelah lama tertutup awan
Engkau muncul kembali
Setelah langit selalu biru
Kini, impian itu merekah
Menghangatkan jiwa
Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah
Menghadirkan tanya baru
Bolehkah langit mengharapkan jingga?
Seperti...
Jumat, 01 Maret 2013
At 3 A.M.

Aku duduk diam di dalam kamarku. Mataku masih terbuka lebar, tak bisa tidur. Ketika larut seperti ini aku selalu terbawa hawa galau. Begitu mencekam dan menyesakkan. Menyudutkanku hingga ke jurang terdalam. Aku sendirian. Meratapi diriku sendiri.
Diam bukan berarti tidak memikirkan sesuatu, tapi malah sebaliknya. Diamku merupakan wujud dari pemikiran-pemikiran tentang suatu ketakutan...
Langganan:
Postingan (Atom)