Malam menjelang pergantian tahun tidak begitu spesial bagiku. Jika hampir semua orang merayakannya, aku tidak. Aku tak pernah larut di dalamnya. Selain agamaku yang melarang perayaannya, aku juga tak suka jenis kegiatan di tempat yang ramai dan melibatkan banyak orang. Aku tipikal orang yang suka menyendiri, aku selalu punya kesibukan lain, misalnya di dunia Maya.
Facebook...
Senin, 31 Desember 2012
Kamis, 27 Desember 2012
Ragu-ragu [END]

Cerita sebelumnya: Ragu-ragu II
Setelah tiga hari berpikir, Popy memutuskan untuk berbicara langsung dengan Gilang. Mereka janji bertemu di sebuah kafe di bilangan kota. Popy datang lebih dulu. Lima menit kemudian Gilang datang. Suasana canggung seketika menyergapi mereka.
Gilang masih memainkan jarinya. Popy berdeham dan menegakkan posisi tubuhnya, Ia siap berbicara, memberanikan diri memulai semuanya.
...
Selasa, 25 Desember 2012
Ragu-ragu [II]

Cerita sebelumnya: Ragu-ragu
Bagi Popy terlalu absurd jika Gilang (mungkin) membeli sebuah nomor baru yang digunakan khusus untuk menghubunginya. Hanya tak pernah terbayang saja, seorang Gilang akan melakukan semua ini. Entah ada maksud apa. Tapi Popy tidak mau merasa geer duluan, siapa tahu bagi Gilang ini hal yang biasa saja.
Hampir setiap hari bahkan setiap jam mereka berkirim...
Minggu, 23 Desember 2012
Ragu-ragu

Suara berat seorang Diva Indonesia, Anggun dengan Mimpi-nya memenuhi seluruh sudut ruangan dalam volume yang tak terlalu besar, tanda sebuah pesan masuk di telepon seluler Popy. Dinginnya angin dini hari menusuk hingga ke tulang membuatnya malah menarik selimutnya tinggi-tinggi hingga menutupi seluruh tubuhnya. Rasanya begitu malas untuk bergerak mencari telepon selulernya. Semenit berlalu, kembali senyap.
...
Minggu, 16 Desember 2012
Couple Bald

Pagi itu aku sedang berada di taman, duduk di atas kursi roda yang dengan penuh kutukan dan keterpaksaan kugunakan karena kakiku masih terasa lemas dan belum mampu terbebani oleh berat badanku. Semilir angin pagi menyapu lembut wajahku. Aku menarik napas dalam-dalam untuk menghirup oksigen yang terkandung disana, kubuang karbondioksida yang dibutuhkan sang tanaman untuk membuat oksigen lagi. Tergambar indah layaknya...
Rabu, 12 Desember 2012
Orang yang Salah

“Lebih baik menunggu orang yang tepat, daripada terus bersama dengan orang yang salah”
Dadaku tertohok. Layaknya ada batu yang mengenai hatiku dengan sekali hantaman. Napasku sesak memburu. Mataku serasa panas, tak kuasa menahan tangisku. Lututku tak mampu lagi untuk menanggung beban tubuhku, aku jatuh terduduk. Tersungkur atas ketidakkuasaan untuk bertahan. Tak pernah ingin kubayangkan kau akan mengatakan ini. Aku...
Senin, 03 Desember 2012
Keyakinan, Sang Pemisah?

Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
...
Kamis, 15 November 2012
Dansa Bersama Bintang

Di atas bukit di temani ribuan bintang dalam kelabunya langit, angin berhembus menembus dimensi ruang mengajak dedaunan bernari-nari memacu asa saling beradu. Kami sedang duduk berhadapan, saling memandang dalam bungkam.
"Dingin ya?", tanyanya.
Aku mengangguk malu. Wajahku terasa panas. Rasanya seluruh darahku mengalir ke kepala karena jantungku yang bereaksi dan berdetak sangat...
Selasa, 13 November 2012
TARI YAKU, KAOGE SAKU

Tari yaku, kaoge saku adalah judul dalam bahasa Wolio yang berarti Tarianku, Kebanggaanku. Cerpen ini saya ikutkan pada lomba menulis cerpen remaja tingkat SMA/MA Se-Kota Baubau. Dan alhamdulillah masuk nominasi 10 besar. Meskipun belum juara, tapi saya tidak akan putus asa untuk terus mengembangkan hobi menulis saya. Okey, berikut cerpennya.
Suara tabuhan gendang berirama menggema ...
Senin, 12 November 2012
Terlambat

Di sebuah taman dengan ditemani rinai hujan dan ramainya deru kendaraan, seorang lelaki perawakan tegap dan karismatik sedang memayungi gadis berseragam putih abu-abu yang sedang berderai air mata. Tubuh gadis itu basah kuyup, bibirnya pucat dan pipinya tak bersemu merah lagi. Lelaki itu kemudian tunduk berlutut dan meletakkan payungnya di tanah.
“Maafkan aku”, ucapnya dan menggamit...
Minggu, 11 November 2012
Mawar dan Sang Pangeran

Masih terlalu pagi. Matahari belum menampakkan seluruh dirinya. Udara masih berembun, burung-burung beradu padanya. Aku kerajinan, bangun sangat pagi dan akibatnya harus datang terlalu pagi juga di sekolah. Pukul 06.50. Bisa kuhitung dengan jari murid yang datang pagi itu.
Aku menyusuri koridor sangat lambat. Tetap mengawasi sekitar dengan ekor mataku....
Melupakanmu

Matahari pagi itu bersinar sangat cerah. Kicauan burung tak terdengar lagi, yang terdengar adalah kicauan siswa-siswi berseragam putih abu-abu di setiap sudut sekolah. Di bawah rindangnya pohon beringin duduk seorang gadis sedang mengotak atik telepon selulernya. Ia nampak serius berkirim pesan kepada Rafi. Kadang Ia tiba-tiba tertawa, tapi kadang juga nampak kesal.
...
Langganan:
Postingan (Atom)