Normal
0
false
false
false
EN-US
JA
X-NONE
Siang itu teriknya mentari menusuk sampai ke ubun-ubun. Angin yang bertiup pun hanya membawa debu kendaraan bermotor yang entah agak lenggang. Banyak yang malas bepergian mungkin atau malas untuk bertatap muka dengan panas matahari...
Rabu, 06 November 2013
Rabu, 31 Juli 2013
Misteri Sebuah Surat

Surat itu tergeletak di atas meja belajarku ketika aku masuk
kamar. Di luar gerimis belum juga reda. Aku memutuskan mandi karena badanku
yang sudah basah kuyup begini.
Aku
melihat surat itu dari ujung mataku ketika melewati kamar mandi. Masih jaman
banget...
Rabu, 05 Juni 2013
Senin, 20 Mei 2013
Spesial: Langit Jingga II

Menjelang magrib tadi, saya melihat langit yang terbias jingga yang begitu menarik perhatian saya.Tanpa berpikir panjang saya langsung mengambil kamera digital dan pergi ke balkon belakang kamar.
Ini pertama kali saya mendapatkan...
Kamis, 18 April 2013
Galau

Aku ga kenal telepati,
karena aku ga bisa baca apa yang ada
di hati dan pikiran kamu.
Aku ga kenal radar,
karena aku ga bisa mendeteksi dimana kamu berada.
Aku ga yakin sama hukum magnetik,
yang katanya bisa membawa kutub positif dan negatif
ketemu dan melekat.
Aku bahkan ga tau kita kutub apa.
Entah aku positif, kamu negatif,
atau sebaliknya.
Bisa jadi kita kutub yang sama kan?
Buktinya sampai sekarang kita ga menyatu. "Belum" (mungkin)....
Senin, 15 April 2013
Terima Kasih, Hujan

Derasnya tetesan hujan menyusuri tiap lekuk wajah ini
menyembunyikan bias merah yang merona
menghampiri tiap senyuman yang terulas rapi
masih saling berhamburan dengan debarku
mendalami tiap rasa yang terselip
meski tak sepenuhnya tersampaikan
Terima kasih, hujan
kaulah saksinya
15.00
4 April 20...
Sabtu, 06 April 2013
Penghujung Senja
Merangkai makna yang telah rapuh
melukis kiasan silam dalam sebuah
kenangan senja
Namun tak perlu kau tangisi
karena semuanya adalah skenario theater
nusantara yang patut kita leburkan
dalam lantunan serangkaian 33 nada tasbih
Hitung dan hitunglah jumlah duka
dalam barisan warna pelangi
dalam bias-bias fatamorgana
Dan aku terpuruk di penghujung senja
dalam nada duka.
...
Jumat, 29 Maret 2013
Atas Nama Cita-cita

Arya:
Hembusan angin turut mengantarkanku pada sebuah pencapaian. Langit seolah membuka jalan untuk ku tembus dengan kapal terbang yang akan segera bisa ku kendalikan sendiri. Beradu bersama asa, mencapai sebuah kesuksesan.
Aku meninggalkan kota ini atas nama sebuah cita-cita. Dengan berusaha menitipkan cintaku pada sebuah kepercayaan akan janji...
Minggu, 17 Maret 2013
Yang Merindu

Aku melirik ponselku beberapa kali. Masih menunggu dan berharap bahwa dia akan benar-benar menghubungiku duluan. Berkali-kali logikaku mengingat sebuah petikan kata “Jika dia ingin bicara denganmu, maka Ia akan menghubungimu. Tak akan sulit baginya untuk mengambil ponsel dan menghubungimu”. Dan kata-kata itu berhasil menjadi jargonku.
Sudah berjam-jam menunggu. Aku lelah. Hampir...
Rabu, 13 Maret 2013
Spesial: Langit Jingga
Kepada biru yang selalu merona di langit..
Kepada Surya yang menjelang ke peraduan..
Jingga ingin mewarnai langit,
Bersama hingga sore menghilang.
Entah mengapa akhir-akhir ini saya begitu tertarik dengan langit jingga.
Ah, langit sore mungkin awamnya. Tapi saya lebih senang menyebutnya
langit jingga:)
...
Minggu, 10 Maret 2013
Minggu Kelabu (?)

Ketika hujan membasahi hati yang kering
Menelusup perlahan dan menyiksa
Tak diharapkan, tapi dinikmati
Sesak, tapi begitu manis jika dilewatkan
Kau sedikit mirip dengan hari ini
Memeluk tanpa menyisakan cahaya
Menaungi dengan keterikatan
...
Selasa, 05 Maret 2013
Jingga Langit Tenggara

Jingga langit Tenggara
Setelah lama tertutup awan
Engkau muncul kembali
Setelah langit selalu biru
Menghadirkan senyum
Merangkai kata
Menghadirkan kembali "mungkinkah"
Membentuk sebuah impian baru
Jingga langit Tenggara
Setelah lama tertutup awan
Engkau muncul kembali
Setelah langit selalu biru
Kini, impian itu merekah
Menghangatkan jiwa
Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah
Menghadirkan tanya baru
Bolehkah langit mengharapkan jingga?
Seperti...
Jumat, 01 Maret 2013
At 3 A.M.

Aku duduk diam di dalam kamarku. Mataku masih terbuka lebar, tak bisa tidur. Ketika larut seperti ini aku selalu terbawa hawa galau. Begitu mencekam dan menyesakkan. Menyudutkanku hingga ke jurang terdalam. Aku sendirian. Meratapi diriku sendiri.
Diam bukan berarti tidak memikirkan sesuatu, tapi malah sebaliknya. Diamku merupakan wujud dari pemikiran-pemikiran tentang suatu ketakutan...
Kamis, 28 Februari 2013
Topeng [END]
.jpg)
Cerita Sebelumnya: Topeng [III]
Suatu kebahagiaan aku bisa mengenalnya. Saling mengetahui bahwa kami saling mencintai.
...
Selasa, 26 Februari 2013
Perjalanan Mencapai Sebuah Hasil
Kehidupan adalah sebuah perjalanan yang tiada henti. Menanam dan menuai. Berjalan untuk berusaha menyeimbangkan. Jatuh dan bangkit. Penuh perjuangan. Seperti halnya hari ini. Saya baru saja melakukan perjalanan terjauh dan penuh perjuangan demi sebuah pencapaian "nilai" pada akhirnya.
...
Rabu, 13 Februari 2013
My Sweet 17th

Hari ini, tanggal 13 Februari 2013, tepat 17 tahun saya hidup. Yang artinya juga, jatah hidup saya di dunia semakin berkurang. Ya, kan umurnya semakin bertambah. Dan saya sangat bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT sampai sekarang.
Hari ini sangat...
Sabtu, 09 Februari 2013
Topeng [III]

Cerita sebelumnya: Topeng [II]
Aku memangku daguku sambil menunggu coklat panas yang aku pesan. Hamparan laut lepas terpapar bebas sejauh mata memandang. Angin laut berhembus agak kencang membuat mataku sedikit menyipit agar dapat melihat. Aroma coklat samar-samar menggelitik hidungku. Aku tersenyum membayangkan rasanya yang manis menggerogoti tenggorokanku.
Tepukan di bahu kiriku...
Jumat, 08 Februari 2013
Topeng [II]

Cerita sebelumnya: Topeng
“Permisi, Putri ada?”, tanya pria berkulit sawo matang dengan suara bassnya. Aku menengok. Ada tamu ternyata. Aku segera berjalan mendekat. Menatap orang yang berdiri diambang pintu itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mengingat kata terakhirnya aku jadi ingat dia mencari siapa.
“Tunggu sebentar”. Aku masuk ke dalam tanpa mempersilahkan orang itu masuk ke rumah.
...
Rabu, 06 Februari 2013
Topeng

Suasana teriakan bocah dan keadaan ramai membuatku sudah terbiasa jika ada acara kumpul keluarga—dalam rangka merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW—seperti sekarang ini. Maklum saja hampir separuh sepupuku itu masih generasi balita. Hanya aku, Putri, dan adiknya Dika yang sudah beranjak dewasa.
Aku baru saja minta diantarkan Putri untuk mengganti pakaianku di kamarnya. Dan setelah...
Jumat, 01 Februari 2013
Pelabuhan Hati

“Mungkin, waktunya sekarang buat pisah”. Aku meneguk ludahku keras-keras. Aku memberanikan diri mengatakan hal yang tak pernah ingin kukatakan.
Dia menatapku lemah dengan mata nanar. Aku memalingkan wajahku untuk menghindari rasa bersalah yang semakin menusuk ke hati. Tak sepersekian detik, kudengar tarikan nafas yang tertahan. Dan kudapati dia menangis...
Kamis, 31 Januari 2013
It Has Been You [END]

Cerita Sebelumnya: It Has Been You
Terlalu takut untuk memulai. Begitulah aku. Seharusnya aku yang mulai mendekatinya. Tanpa bantuan siapa pun. Seharusnya aku yang terlebih dulu berusaha mendekatinya. Aku ini kan seorang pria, tapi nyatanya aku memang pecundang.
Suatu malam Gita menghubungiku. Menariknya lagi, dia terus menerus memulai sebuah topik. Aku jelas tidak terlalu...
It Has Been You

Aku merenggangkan otot-otot leherku yang sudah terlalu tegang. Berkutat dengan laptop hingga subuh sudah menjadi kebiasaanku karena tuntutan pekerjaan. Pekerjaanku adalah penerjemah. Ya, menjadi penerjemah sangat menyenangkan, apalagi penerjemah film dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Semuanya adalah hobiku. Pekerjaan ini adalah pekerjaan paruh waktu di sela kegiatan belajarku sebagai siswa SMA.
...
Langganan:
Postingan (Atom)